Today’s Date
April 2017
S M T W T F S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Nama     : Muhamad Alif Hamimdal

NRP        : G44100088

Laskar   : 20

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Saya akan menceritakan tentang pengalaman pribadi saya , Insya Allah cerita ini mengandung inspirasi yang bermanfaat bagi kita semua.

Saya termasuk orang yang menggemari olahraga futsal, saya pun di daerah asal memiliki tim futsal yang aktif di berbagai kegiatan seperti latihan, sparing, dan mengikuti kompetisi. Saya bermain sebagai penjaga gawang, Alhamdulillah saya adalah penjaga gawang utama di tim. Tapi jabatan ini sangatlah sulit untuk dipertahankan, karena ada beberapa penjaga gawang lain yang memiliki kemapuan menjaga gawang yang baik yang sewaktu-waktu bisa ‘melengserkan’ saya dari posisi penjaga gawang utama.

Suatu hari, kemampuan menjaga gawang saya agak menurun karena saya sempat absen di beberapa pertandingan, posisi saya pun mulai diisi oleh penjaga gawang lain yang saat itu sedang dalam performa terbaiknya. Saat giliran saya untuk menjaga gawang, teman-teman setim meragukan kualitas saya yang mereka anggap mulai menurun.

Saya awalnya sempat terbawa suasana sehingga kemampuan menjaga gawang saya benar-benar menurun, tetapi akhirnya muncul tekad dari diri saya untuk memperbaiki kualitas permainan saya dan kembali menggapai kepercayaan teman-teman setim dan kembali menjadi penjaga gawang utama tim yang memang pantas memakai kaus bernomor punggung 1.

Sejak saat itu saya mulai berlatih keras, meminta saran dari teman yang lain, mempelajari gerakan menjaga gawang dari video, juga memperhatikan penjaga gawang lain yang mempunyai kemampuan yang hebat. Akhirnya, Alhamdulillah performa saya kembali seperti semula, teman-teman pun mulai percaya dan merasa aman lagi jika saya sedang menjaga gawang. Dan Alhamdulillah jabatan penjaga gawang utama ini masih saya pegang hingga sekarang.

Demikianlah cerita dari saya, semoga kita semua selalu menjadi orang yang tidak kenal menyerah dalam berusaha, tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang dapat menjatuhkan semangat kita, selalu berusaha memperbaiki kesalahan dan senantiasa meningkatkan kemampuan yang kita miliki.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Nama  : Muhamad Alif Hamimdal

NRP     : G44100088

Laskar : 20

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Kali ini saya akan menceritakan tentang seorang ahli strategi perang pada zaman Cina kuno, tepatnya Dinasti Han akhir, namanya Kong Ming atau biasa dikenal dengan nama Zhuge Liang. Ia merupakan seorang peracik strategi ulung, penemu benda-benda yang berguna baik untuk perang maupun untuk keperluan lain, juga merupakan ahli di berbagai ilmu, diantaranya bidang astronomi dan pengobatan. Ia bekerja untuk Liu Bei, pemimpin kerajaan Shu.

Pernah suatu hari  Liu Bei yang saat itu sedang berkoalisi dengan kerajaan Wu yang dipimpin Sun Quan akan diserang oleh perdana menteri Han yang jahat, Cao-Cao, yang mengerahkan tentaranya hingga satu juta jiwa untuk menaklukkan kedua kerajaan ini, sementara pasukan koalisi Liu Bei dan Sun Quan total pasukannya tidak lebih dari beberapa puluh ribu orang saja.

Zhuge Liang yang saat itu bekerja sama dengan para ahli strategi dari kerajaan Wu, Laksamana  Zhou Yu -komandan tertinggi dari pasukan gabungan- menyadari bahwa mereka kekurangan anak panah karena lokasi pertempuran mereka adalah diatas sungai besar, karena itu Zhuge Liang mempunyai ide untuk “meminjam” anak panah dari pasukan Cao-Cao, caranya adalah dengan mengerahkan 20 kapal yang seluruh permukaannya telah ditutupi jerami beserta awaknya si masing-masing kapal, karena Zhuge Liang telah mengetahui bahwa hari itu akan ada kabut tebal, Ia sengaja mengarahkan kapal-kapal itu untuk mendekati perkemahan pasukan Cao-Cao, lalu menyuruh awak kapal untuk menabuh genderang perang sekencang-kencangnya.

Pasukan Cao-Cao tidak berani untuk masuk kedalam kabut untuk langsung menyerang karena mereka takut  Zhou Yu ataupun Zhuge Liang telah menyiapkan jebakan untuk mereka dibalik kabut tebal, akhirnya mereka hanya berani menembakkan panah ke arah datangnya suara genderang tersebut, panah api mereka pun tidak berfungsi karena kabut.

Seketika banyak anak panah tertancap ke jerami-jerami yang ada di permukaan kapal. Setelah seluruh permukaan kapal tertutup oleh anak panah dan kabut mulai menghilang, Zhuge Liang memimpin anak buahnya  kembali ke perkemahan pasukan mereka. Lalu Ia menyuruh anak buahnya untuk berteriak sekeras-kerasnya ke arah pasukan Cao-Cao : “Terima kasih anak panahnya, Tuan Perdana Menteri!”.

Setelah peristiwa itupun masih banyak ide-ide cemerlang dari Zhuge Liang serta Zhou Yu untuk mengalahkan pasukan Cao-Cao ini, salah satunya dengan menggunakan api untuk membakar kapal pasukan Cao-Cao hingga akhirnya pasukan Cao-Cao yang tadinya berjumlah satu juta orang menjadi beberapa orang saja. Cao-Cao pun lari tunggang-langgang, ditambah lagi, dalam pelariannya itu, Zhuge Liang juga menaruh tentara-tentara jebakan yang menbuat Cao-Cao semakin “sengsara” sebelum akhirnya sampai di tempat aman.

Nah itulah kisah yang menginspirasi diri saya untuk selalu menimba ilmu, karena ilmu sangatlah berguna bagi kita, bukan hanya untuk perang, tapi juga untuk hal-hal lain dalam kehidupan kita sehari-hari. Sekian dari saya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.